KPU RI Menggelar Webinar Soft Launching Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan

  • 20 Agustus 2021
  • 18:40 WITA
berita_212108070831_KPURIMenggelarWebinarSoftLaunchingDesaPeduliPemiludanPemilihan.jpeg

Mangupura. Dengan slogan Dari Desa Untuk Demokrasi dari Desa untuk Indonesia, KPU RI Menggelar Webinar Soft Launching Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3), Jumat (20/08/2021) 

Ketua KPU RI Ilham Jaya Saputra dalam sambutannya menyebutkan salah satu tugas pokok penyelenggara pemilu adalah memberikan sosialisasi dan pendidikan pemilih, sehingga dalam upaya meningkatkan kualitas pemilu dan pemilihan dengan program DP3 sebagai upaya untuk mendorong masyarakat menjadi pemilih yang mandiri, cerdas dan bertanggungjawab, sehingga mendorong mereka berpartisipasi aktif dalam pemilu dan pemilihan. 

Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU RI, Muhammad Eberta Kawima, dalam laporannya menyampaikan mengenai Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan merupakan program yang diinisiasi oleh KPU untuk pendidikan pemilih secara berkelanjutan dan berkesinambungan yang digagas tidak hanya meningkatkan kuantitas partisipasi pemilih tetapi juga meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. 

Lebih lanjut Muhammad Eberta Kawima memaparkan, Program DP3 ini dimulai pada tahun 2021 hingga tahun 2024 dilaksanakan di 68 lokus dimana dalam satu lokus diisi dengan 25 orang peserta, dilaksanakan dengan empat tahap dimana pada tahap pertama tahun 2021 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang arti kepemiluan dan demokrasi serta pemahaman tentang arti penting pemilu dan pemilihan.

Kemudian pada tahap kedua pada tahun 2022 dengan tujuan menumbuhkan kepedulian dan kesadaran politik masyarakat, pada tahap ketiga dilaksanakan pada tahun 2023 dengan tujuan membangun kesukarelaan dan partisipasi aktif dalam proses pemilu dan pemilihan serta pada tahap keempat pada tahun 2024 dengan tujuan untuk mewujudkan iklim demokrasi prosedural dan demokrasi substansial.

Anggota KPU RI Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Parmas, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyampaikan mengenai lokus dari program ini adalah desa/kampung atau sebutan lainnya, dengan indikator keberhasilan yang diupayakan adalah salah satunya meningkatnya kualitas parmas di lokus tersebut, seperti peningkatan partisipasi pada daerah partisipasi rendah, berkurangnya konflik/kekerasan pada daerah potensi konflik/kekerasan, dan berkurangnya pelanggaran pemilu di daerah potensi pelanggaran tinggi.

Narasumber pertama dari Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa kementrian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo diakhir pemaparannya berharap melalui pelaksanaan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan salah satunya adalah untuk membentuk perilaku atau budaya demokratis yaitu kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak politiknya tanpa pengaruh uang ataupun barang yang diberikan.

Khoirunnisa Nur Agustyati, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Tantangan Pemilu dan Pemilihan di tahun 2024 adalah kompleksitas pemilih berkenaan dengan kerumitan yang dialami pemilih serta votter supression upaya yang dilakukan untuk menghilangkan hak pemilih seseorang atau kelompok pemilih tertentu

Adapun narasumber berikutnya dari Sosiolog Universitas Gajah Mada, Arie Sujito menyampaikan materi dengan tema Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan Membangun Emansipasi Sosial dan Pendidikan Politik Warga Komunitas.

Narasumber selanjutnya dari Direktur jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan tema Demokratisasi Desa sebagai Pilar Penggerak Partisipasi Warga Desa.

Acara selanjutnya diisi dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta Webminar yang diajukan melalui kolom chat.

 

Foto Terkait :

Komentar