KPU Jadikan Bakohumas dan Desa Peduli Pemilu Bangun Kesadaran Partisipasi Pemilu

  • 12 Agustus 2021
  • 12:30 WITA
berita_211208030800_KPUJadikanBakohumasdanDesaPeduliPemiluBangunKesadaranPartisipasiPemilu.png

Mangupura. -  KPU Kabupaten Badung mengikuti Webinar Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Kehidupan Demokrasi yang diselenggarakan oleh Ditjen Politik & PUM Kemendagri, Kamis (12/08/2021) yang juga diikuti oleh instansi Kesbangpol Prov/Kab/Kota, KPU Prov/Kab/Kota, Bawaslu Prov/Kab/Kota se-Indonesia.

 

Webinar dibuka oleh Syarmadani, Dir. Politik Dalam Negeri Ditjen Politik & PUM Kemendagri. Dalam sambutannya disampaikan bahwa sampai saat ini perkembangan pemilu sudah berjalan baik. Angka partisipasi pemilu di Indonesia sudah sangat baik, mencapai angka 81, 93%. Tingkat partisipasi pemilih selanjutnya diharapkan muncul dari kesadaran yang benar dari pengguna hak pilih dan atas dasar pemahaman yang benar.

 

Melalui webinar ini, Syamadani berharap memperoleh masukan mengenai ruang-ruang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan partisipasi dalam pemilu, bukan saja dari partisipasinya tetapi juga penggunaan hak pilih masyarakat, serta partisipasi dan tingkat keterpilihan perempuan.

 

Menghadirkan Narasumber Anggota KPU RI Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Parmas, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dengan materi Peran KPU dalam Membangun Sinergitas dan Kolaborasi Bersama Pemerintah Daerah Menuju Pemilu Serentak Tahun 2024 termasuk Simulasi Tahapan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024.

 

Untuk meningkatkan partisipasi dalam Pemilu dan Pemilihan, KPU telah membentuk Bakohumas yang berperan penting dalam Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024. Selain membangun kerjasama antar instansi untuk informasi kepemiluan, Bakohumas merupakan media penyebarluasan informasi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggara dan penyelenggaraan tahapan Pemilu.

 

“Melalui Bakohumas, informasi yang disampaikan diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya partisipasi dalam Pemilu sehingga mampu mendorong masyarakat menggunakan hak pilih secara rasional” jelas Dewa Raka Sandi.

 

Terobosan Pendidikan pemilih yang dilakukan saat ini melalui Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Kegiatan ini merupakan salah satu strategi kolaborasi bagi para pemangku kepentingan menuju Pemilu Serentak 2024, yang bertujuan untuk membentuk kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi di Indonesia menjadi lebih baik.

 

Materi kedua disampaikan oleh Asisten Deputi Pengharusutamaan Gender Bidang Politik dan Hukum Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dermawan. Materi yang disampaikan berkenaan dengan “Kebijakan dan Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Perempuan Untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender”. Materi ini mengupas pentingnya keterwakilan politik perempuan, khususnya hambatan keterwakilan perempuan.

 

Ketentuan 30% keterwakilan perempuan dalam pencalonan diposisikan sebagai formalitas untuk memenuhi dianggap syarat administrative. “Untuk masuk ke dunia politik, perempuan masih memerlukan izin suami atau keluarga serta intervensi lingkungan domestic membuat perempuan tidak ammpu menyuarakan hak politiknya secara merdeka” jelas Dermawan.

 

Untuk itu KemenPPPA menyiapkan Grand Design Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Legislatif dan Pengambilan Keputusan Tahun 2030.

 

Anggota Bawaslu RI, Mochamad Afifudin, sebagai narasumber terakhir menyampaikan perspektif yang lebih luas mengenai partisipasi, tidak hanya bicara angka tetapi peran serta aktif masyarakat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat baik itu pemilih perempuan, tokoh masyarakat adat, disabilitas maupun pihak lain.

 

Webinar diakhiri dengan diskusi yang membahas bagaimana strategi meningkatkan partisipasi masyarakat, pelibatan semua pihak untuk mewujudkan partisipasi tersebut serta bagaimana mengatasi hambatan/atau kendala dalam pelaksanaan pendidikan pemilih. Selanjutnya ditutup oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum  Kemendagri, Dr. Drs. Bahtiar. M.Si.

 

Foto Terkait :

Komentar