Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Petang KPU Badung Hadirkan KBD

  • 02 Juli 2021
  • 16:10 WITA
berita_210207040708_SosialisasiPendidikanPemilihdiPetangKPUBadungHadirkanKBD.jpg

Program sosialisasi/Pendidikan Pemilih Kepada Daerah Tingkat Partisipasi Rendah, Potensi Pelanggaran Tinggi, Rawan Konflik/Bencana kembali dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Badung. Kegiatan kali ini menyasar Kecamatan Petang, Jumat (02/07/2021) sekaligus menjadi daerah terakhir pelaksanaan program Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) sebagai segmen daerah rawan konflik/bencana dengan menghadirkan para Kelian Banjar Dinas (KDB) yang ada di wilayah Kecamatan Petang.

Dalam sambutan, Camat Petang, I Wayan Darma, menyampaikan bahwa pemilihan tema yang akan disampaikan bukan berarti daerah yang disasar termasuk kategori daerah rawan konflik/bencana dalam pelaksanaan pemilu, tetapi lebih kepada bentuk antisipasi dari penyelenggara dalam mempersiapkan pelaksanaan pemilihan serentak tahun 2024 dengan lebih baik.

“KBD yang hadir hari ini merupakan ujung tombak pelaksanaan pemilihan dimulai dari data pemilih sampai dengan pelaksanaan teknis di TPS, untuk itu agar KBD mengikuti dengan baik, menyampaikan apa yang menjadi kendala sehingga memperoleh penjelasan menyongsong  Pemilihan Serentak Tahun 2024 dengan lebih baik” kata I Wayan Darma.

Hadir mengisi materi dosen Universitas Pendidikan Ganesha, I Wayan Suwendra, dengan materi Pemilu dan Bencana Alam, dan Dosen Administrasi Publik Universitas Ngurah Rai Denpasar, Ida Ayu Putu Sri Widnyani dengan materi Strategi Peningkatan Partisipasi Pemilih di Daerah Rawan Bencana.

Dihadapan Kelian Banjar Dinas se Kecamatan Petang yang sebagian besar pernah berperan dalam kegiatan pemilihan, I Wayan Suwendra menyampaikan bagaimana langkah-langkah dan antisipasi penanganan bencana yang harus disiapkan KPU dalam penyelenggaraan pemilihan, agar tidak menghambat pelaksanaan pemilihan dan tentunya berpengaruh pada turunnya tingkat partisipasi pemilih.

Lebih kepada filosifi sebuah Pemilu, Ida Ayu Putu Sri Widnyani mengatakan bahwa pelaksanaan pemilihan itu merupakan hak, yaitu hak untuk memilih dan dipilih, kewajiban jika tidak dilaksanakan dapat berdampak hukum.

Selama jalannya acara dipandu oleh Anggota KPU Kabupaten Badung Divisi Sosialisasi SDM dan Partisipasi Masyarakat, I Wayan Artana Dana, dengan turut hadir Anggota KPU Kabupaten Badung I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra dan Nur Sodiq.
 

FOTO TERKAIT

Komentar