Sosialisasi Daerah Rawan Konflik, Prajuru Adat Berperan Redam Konflik Dalam Pemilihan

  • 10 Juni 2021
  • 13:40 WITA
berita_211006040637_SosialisasiDaerahRawanKonflik,PrajuruAdatBerperanRedamKonflikDalamPemilihan.jpg

Pendidikan pemilih sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih tetap menjadi program KPU, terlebih lagi menjelang Pemilihan Serentak Tahun 2024. Dalam menyasar daerah potensi rawan konflik/bencana KPU Kabupaten Badung melaksanakan sosialisasi di Kecamatan Mengwi, Kamis (10/06/2021) bertempat di Kantor Camat Mengwi.

 

Didaulat sebagai moderator, Anggota KPU Kabupaten Badung Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM, I Wayan Artana Dana, memandu kegiatan sosialisasi yang menghadirkan dua narasumber dari instasi terkait Kabupaten Badung.

 

Materi pertama disampaikan oleh narasumber Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwita, yang dalam materinya menyampaikan bahwa Prajuru Adat memiliki peran besar dalam mensukseskan Pemilihan.

 

“Dengan kepercayaan masyarakat, Prajuru Adat mampu memberikan informasi, saran dan juga meyakinkan masyarakat untuk menggunakan hak suaranya dalam pemilihan” tegas pejabat yang sempat mengabdi di KPU Kabupaten Badung selama 10 tahun.

 

Kasatpol PP dan Linmas Kabupaten Badung I.G.A.K Suryanegara sebagai pemateri kedua mengulas tentang antisipasi konflik pada Pemilihan Serentak 2020. Bahwa antisipasi kerawanan sosial, ketentraman dan ketertiban menjelang, saat dan pasca pilkada cukup massif.

 

“Keberhasilan ini didukung oleh peran tokoh masyarakat dalam mengarahkan masyarakat untuk datang ke TPS menggunakan hak pilih, diluar tanggung jawab KPU Kabupaten Badung selaku penyelenggara” tutup Suryanegara.

 

Dari hasil diskusi, kedepannya diharapkan adanya pelibatan Desa Adat untuk dapat turut mensukseskan Pemilihan Serentak Tahun 2024.

 

FOTO TERKAIT

 

Komentar