KPU Badung Komitmen Capai Target Partisipasi Pemilih 85 Persen

  • 22 Oktober 2020
  • 19:00 WITA
berita_202310101037_KPUBadungKomitmenCapaiTargetPartisipasiPemilih85Persen.jpeg

MANGUPURA. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung berkomitmen target partisipasi pemilih mencapai 85%. Hal itu ditegaskan dalam acara Gema Pilkada bersama stasiun TVRI Bali dengan topik Adu Kuat Petahana Lawan Kolom Kosong, Kamis, (22/10/2020).

Hadir sebagai narasumber Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta, Ketua Bawaslu Kabupaten Badung I Ketut Alit Astasoma dan Pengamat Politik Anak Agung Gede Oka Wisnumurti yang dipandu oleh pembawa acara Dede Setyadi.

Semara Cipta mengatakan, apabila mengacu terhadap konteks tahapan, KPU RI sudah membuat PKPU 14 tahun 2015 yang mengatur dengan satu Paslon. Kemudian direvisi dan ditambahkan menjadi PKPU 13 tahun 2018.

“Dalam konteks hak, kedua kolom ini sama. Ketika mencoblos kolom kosong dinyatakan sah dan mencoblos kolom paslon itu juga sah,” terang orang nomor satu di KPU Kabupaten Badung ini.

Dikatakan pula, terkait beban tahapan dari proses penetapan, pengundian dan masa kampanye sama. Masa kampanye sendiri akan dijalani Paslon selama 71 hari, terhitung 26 September – 5 Desember 2020. Selanjutnya dalam proses pelayanan dan fasilitasi pencetakan Alat Peraga Kampanye (APK), pihaknya yang mencetak tetapi tim Paslon yang memasang, memelihara termasuk nanti pembongkaran.

Terkait capaian target partisipasi pemilih, pihaknya meyakini bahwa melihat kondisi hasil pemilu 2019 itu mencapai 87,22%. Tentu dengan hal tersebut pria yang akrab disapa Kayun itu berharap pada pemilihan kali ini bisa mencapai 85%.

“Artinya melihat dari data dan fakta di lapangan, bahwa pola pikir / kesadaran masyarakat Badung terhadap kontestasi politik berdemokrasi itu sudah semakin meningkat,” terang komisioner asal Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal ini.

Untuk itu, ia menjelaskan tidak mungkin KPU bisa melakukannya sendiri tanpa didukung dan bersinergi dengan Bawaslu, Pemda dan Masyarakat. Kemudian Kayun menyebutkan sebagai penyelenggara output yang diharapkan adalah berkaitan dengan partisipasi pemilih. Termasuk dengan membuat tagline bagaimana bentuk tanggung jawab masyarakat Kabupaten Badung terhadap kesuksesan pesta demokrasi di 9 Desember 2020 mendatang.

“Dengan mengeluarkan tagline partisipasimu adalah peduli dan tanggung jawabmu pada Badung. Pada intinya bagaimana membangun kesadaran masyarakat, bagaiamana mereka berkontribusi kepada Badung itu sendiri dengan datang ke TPS, gunakan hak pilih,” paparnya. 

Lebih jauh terkait pencoblosan nanti, ia menjamin keselamatan dan kesehatan pemilih yang datang ke TPS. Dengan cara ada pembatasan jumlah 500 orang pemilih, pengukuran suhu tubuh, disiapkan sarung tangan sekali pakai, penggunaan tinta tetes dan penyemprotan disinfektan.

“Inilah upaya-upaya maksimal kami dalam menjaga dan menjamin kesehatan pemilih sehingga nyaman dan aman datang ke TPS,” bebernya.

Sementara itu, Pengamat Politik Wisnumurti menyampaikan fenomena kolom kosong ini mencuat ke permukaan publik, tidak terlepas dari peraturan yang mengatur bahwa itu bisa terjadi.

“Ketika itu yang terjadi maka KPU tetap memproses tahapan dengan menyandingkan paket paslon dengan kolom kosong,” ungkapnya.

Menurutnya masyarakat juga berhak memilih, karena disamping satu paslon ada kolom kosong. Artinya pilihan itu tetap ada, hanya memang tingkat kompetitornya tidak lagi antar paslon tetapi dengan kolom kosong.

“Masyarakat harus memilih, karena ini bagian dari hak-hak politik rakyat dalam proses demokrasi. Inilah sebuah pertarungan, pasti ada yang menang dan kalah. Terlepas bahwa calon itu hanya satu paslon tetap saja mereka akan bertarung melawan kolom kosong,” pungkasnya.

Ini menjadi tantangan tersendiri khusunya Paslon dan juga KPU untuk benar-benar bisa menyosialisasikan mekanisme, tahapan, tata cara pencoblosan dan penghitungan kepada masyarakat pemilih. Hal inilah yang nanti akan menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan. 

“Saya pikir sangat realistis apabila mengacu dari data Pemilu dan Pilkada sebelumnya. Kita sadar dan tahu, masyarakat Bali secara umum masyarakat yang patuh, mau mengikuti guru wisesanya termasuk juga dalam proses Pilkada. 

Secara terpisah, Ketua Bawaslu Badung Alit Astasoma menuturkan dari hasil pengawasan terkait Pilkada dengan Paslon tunggal, sampai saat ini belum ada temuan-temuan yang kaitannya dengan dugaan pelanggaran.

“Yang menjadi atensi kami tidak hanya melihat secara normatif  UUD Pilkada, dimasa pandemi ini kita juga mengawasi terkait protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya.

Alit mengemukakan, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya telah membentuk Satgas Covid-19 yang unsur pembinanya terdiri dari TNI-Polri, Kejari dan Satgas Pemkab Badung.

Foto terkait :

Komentar

Dokumen Terkait