KPU Badung Finalkan Teknis Debat Terbuka Satu Paslon

  • 22 Oktober 2020
  • 13:05 WITA
berita_202310101032_KPUBadungFinalkanTeknisDebatTerbukaSatuPaslon.jpeg

MANGUPURA. Guna memantapkan pelaksanaan Debat Publik dengan satu Pasangan Calon di Gumi Keris, KPU Kabupaten Badung kembali melaksanakan Rapat Koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat, Kamis (22/10/2020) bertempat di Stasiun TVRI Bali.

“Debat yang akan dilakukan oleh KPU Kabupaten Badung berbeda dengan kabupaten yang lain, karena kita hanya memiliki satu Pasangan Calon. Maka dari itu kami berharap debat ini bisa dikemas secara baik, sehingga menghadirkan sebuah tontonan yang akan menuntun masyarakat dalam menentukan pilihannya,” jelas Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta dalam pembukanya.

Lebih lanjut pria yang akrab dipanggil Kayun itu menyampaikan Paslon memiliki waktu debat selama 90 menit sesuai dengan peraturan, sehingga tidak boleh ada pengurangan akan hal tersebut. Dalam pelaksanaannya debat terbagi dalam sesi penyampaian visi misi dan program, lalu dilanjutkan dengan penajaman visi misi oleh Panelis.

“Panelis akan memberikan pertanyaan secara langsung kepada Paslon sehingga akan terjadi dialog. Kemudian pada segmen terakhir moderator akan membacakan pertanyaan yang sudah diberikan oleh masyarakat pada Paslon,” ungkapnya.

Untuk itu, Kayun berharap moderator mampu menghidupkan suasana debat walaupun hanya dengan satu Paslon, sehingga penyampaian visi misi dan program serta penajamannya mampu diterima dengan baik oleh masyarakat. Selain itu ia juga menjelaskan, pertanyaan yang diajukan oleh Panelis tidak dibuatkan dalam bentuk visual, karena hal itu bersifat rahasia.

Dalam kesempatan itu letak posisi duduk antara Paslon dan Panelis pun dibahas dengan dibuat setara, sehingga membentuk kesan dialogis yang baik dan juga fokus pada pembahasan yang nantinya akan menjadi representasi pertanyaan dari masyarakat.

Sementara itu, pihak stasiun TVRI Bali mengungkapkan sudah menyiapkan layout yang nantinya akan dikolaborasikan dengan pihak EO agar lebih sempurna. Kemudian segala teknis kegiatan tetap mengacu pada protokol kesehatan dengan menyiapkan 1 mic untuk masing-masing panelis, Paslon, dan moderator beserta cadangannya.

“Kami menyiapkan dua monitor yang berisikan rundown, sehingga nantinya Paslon akan mengetahui batasan waktunya. Apabila mendekati batas waktu akan diberi tanda suara gong,” sebutnya.

Pada sisi lain, tim LO GiriAsa I Made Ponda Wirawan mengatakan posisi Paslon cenderung lebih baik di tengah, dengan tetap berdiri dalam 1 meja yang sama hanya saja jaraknya diatur.
 
“Debat ini harus dibuat yang terbaik karena ini berpengaruh pada Paslon, maka harus ada kesepakatan antara peserta dan penyelenggara,” ucapnya.

Tampak hadir dalam rapat, Ketua beserta Anggota KPU Kabupaten Badung, Tim Penyiaran TVRI Bali, Tim EO, Moderator, pihak hotel BNDCC, dan LO Pasangan Calon.

Foto terkait :

Komentar

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait