Gali Permasalahan dan Masukan Proses Tungsura Pemilu 2019 KPU Badung Gelar Rapat Evaluasi

  • 04 Oktober 2019
  • 15:05 WITA
berita_191710081020_GaliPermasalahandanMasukanProsesTungsuraPemilu2019KPUBadungGelarRapatEvaluasi.jpeg

Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan pada Pemilu Serentak Tahun 2019 ini, membawa pengalaman tersendiri bagi masyarakat khususnya KPU Kabupaten Badung selaku penyelenggara, dimana terhadap hasil pelaksanaannya ada banyak wacana yang timbul seperti penyederhanaan proses penyalinan hasil penghitungan suara ke dalam formulir, penanganan pemilih yang pindah memilih hingga antisipasi jatuhnya korban dari pihak penyelenggara pemilu akibat proses penghitungan suara yang memakan waktu panjang.

 

Guna mendapatkan masukan yang lengkap dan holistic tersebut, KPU Kabupaten Badung menggelar rapat kerja Evaluasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019 di Kantor KPU Kabupaten Badung, Jumat (04/10/2019)

 

Ketua KPU Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, menyampaikan pentingnya pelaksanaan evaluasi ini guna mendapatkan masukan saran dan perbaikan baik dari segi teknis pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, penganggaran maupun pengamanannya. Terlebih telah diwacanakannya metode e-rekapitulasi oleh KPU RI guna memperbaiki proses ini dalam Pemilu maupun Pilkada yang akan datang.

 

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Badung, Ni Luh Nesia Padma Gandi menyampaikan agar menjadi lengkap evaluasi terhadap kegiatan ini penting diminta masukan berbagai pihak, dimana sebelumnya KPU Kabupaten Badung telah menggali masukan dari penyelenggara pemilu di tingkat Desa hingga Kecamatan di Kabupaten Badung.

 

“Kami ingin masukan dan informasi dari sisi pengawasan dari Bawaslu, pihak keamanan hingga stake holder terkait di pemerintah daerah. Tujuannya agar menjadi lengkap, dan setelahnya dapat dilaporkan kepada pimpinan di KPU Provinsi maupun KPU RI, tiada lain maksudnya untuk perbaikan proses, regulasi dan penganggaran kegiatan ini,” beber Nesia Padma Gandi

 

Hadir dalam kegiatan ini, Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, IGN Bagus Cahya Sasmita, menyampaikan dikarenakan terdampak aturan larangan rekrutmen penyelenggara adhoc tidak boleh melebihi dua periode, banyak terdapat penyelenggara baru di tingkat TPS yang terkendala pula keterbatasan dana untuk memberikan bimbingan teknis terkait tata kerja mereka.

 

“Kita tahu banyak penyelenggara baru di tingkat TPS yang juga minim dibekali pengetahuan tentang tata cara pemungutan dan penghitungan suara, ini perlu diperbaiki kedepannya agar tidak lagi terjadi kesalahan-kesalahan teknis dalam pelaksanaan kegiatan ini,” saran Bagus Cahya Sasmita

 

Dari pihak keamanan baik Polres Badung maupun Polresta Denpasar yang hadir mengatakan secara umum kondisi pada saat pemungutan dan penghitungan suara di lapangan wilayah Kabupaten Badung termasuk kondusif terkendali, berkat terjalinnya koordinasi dan kerjasama yang baik dengan penyelenggara pemilu.

 

Foto terkait

Komentar

Berita Terkait

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait