KPU Badung Ikuti Webinar Penerapan SIREKAP pada Pemilu

  • 17 November 2021
  • 16:25 WITA
berita_212211031106_KPUBadungIkutiWebinarPenerapanSIREKAPpadaPemilu.jpeg

Mangupura - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berupaya menciptakan pemilu yang transparan dan kredibel, salah satunya dengan terus berinovasi untuk semakin transparan, sebagaimana tujuan dilaksanakannya Pemilu yakni lahirnya calon terpilih sebagai penyelenggara negara. 

Demikian disampaikan Ketua KPU RI, Ilham Saputra, pada Webinar Penerapan Sirekap yang diselenggarakan secara daring diikuti ketua dan anggota KPU Provinsi dan Kabupaten Kota seluruh Indonesia, Rabu (17/11/2021).

"Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) sebagai inovasi baru pada Pilkada 2020, penerapannya dapat menciptakan transparansi hasil pemilu, paperless, lebih cepat proses penghitungan suaranya, untuk meyakinkan masyarakat akan hasil pemilu yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Ilham Saputra. 

Kedepan Sirekap akan digunakan pada Pemilu 2024, dengan mengembangkan infrastruktur pendukung, serta berkoordinasi terus dengan pihak terkait untuk mendapatkan dukungan penerapannya.

Dalam seminar kali ini, KPU mengundang para pakar yang kredibel dalam segi aspek hukum dan manajemen kepemiluan guna melihat dari sudut pandang berbeda dan mendapatkan masukan serta saran dalam penerapan Sirekap sebagai sebuah inovasi guna perbaikan pelaksanaan Pemilu dimasa mendatang.

Kedua pakar tersebut adalah Prof. Ramlan Surbakti, MA., PH.D sebagai pakar kepemiluan, dan Dr. Harsanto Nursadi, SH., M.Si, Pakar Hukum dari Universitas Indonesia, serta dimoderatori oleh Titi Anggraeni yang juga merupakan Penggiat Pemilu.

Jalannya diskusi setelah pemaparan kedua narasumber memberikan sudut pandang baru bagaimana sebaiknya Pemilu dilaksanakan apakah secara elektronik ataukah masih manual namun menggunakan proses penghitungan secara elektronik seperti sekarang, lalu apakah Sirekap dalam implementasinya merupakan aspek yang cukup kuat dari sisi hukum dalam mendukung upaya KPU menyajikan hasil Pemilu yang lebih cepat kepada masyarakat.

Segala dialektika dan diskursus yang terjadi selama diskusi tentunya akan menjadi bahan kajian dan pertimbangan KPU kedepan dalam menyusun strategi dan kebijakan untuk penerapan Sirekap dalam Pemilu dimasa mendatang.

 

Foto terkait:

Komentar

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait