AGENDA KEGIATAN

Baca Berita

KPU Badung Gelar Raker Tata Cara Penyusunan Dapil dan Alokasi Kursi Pemilu 2019

Oleh : kpubadung | 30 November 2017 | Dibaca : 104 Pengunjung

 

 

Dalam rangka Penyusunan Daerah Pemilih (Dapil) dan Alokasi Kursi Pemilu 2019, KPU Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja dengan Tema Penyusunan Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Pemilu Anggota DPRD Tahun 2019, yang mengambil tempat di Warung Mina, Dalung, Kamis (30/11/2017).

 

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah unsur instansi pemeritah terkait dari Kesbangpol Linmas Kabupaten Badung, Panwaslu Kab. Badung, Camat se-Kabupaten Badung, Pimpinan Partai Politik se-Kabupaten Badung, Tokoh-tokoh yang bergerak di bidang Pemilu.

 

Dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Badung, Anak Agung Gede Raka Nakula mengatakan bahwa, secara undang-udang khususnya untuk dapil di kabupaten diberikan kewenangan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk mengajukan usulan penataan dapil.

 

“Usulan dari kabupaten atau kota secara otomatis akan menjadi bagian dalam penetapan dapil pusat oleh KPU RI, yang akan kami sampaikan pula usulan mengenai berapa jumlah dapil di masing-masing kabupaten, dan bagaimana teknis pembentukannnya, masalah dalam pembentukannya, pada saat Rapimnas nanti di Surakarta, 4 Desember 2017,” jelas Agung Nakula.

 

Anggota KPU Kabupaten Badung Divisi Teknis, I Wayan Semara Cipta, menyampaikan bahwa Proses penataan dapil masih dalam tahapan sosialisasi, yang kemudian akan ditindak lanjuti dengan rapimnas.

 

Lebih lanjut dijelaskan oleh I Wayan Semara Cipta mengenai mekanisme penghitungan alokasi kursi yang sesuai tahapannya dimulai dengan menentukan jumlah kursi DPRD kabupaten/kota berdasarkan jumlah penduduk, menetapkan Bilangan Pembagi Penduduk (BPPd), menentukan estimasi per kecamatan, menggabung/memecah kecamatan menjadi dapil menentukan alokasi kursi dengan cara membagi jumlah penduduk didapil dengan BPPd, menghitung sisa penduduk untuk alokasi sisa kursi, hingga mengalokasikan kursi ke dapil dengan jumlah sisa penduduk terbanyak.

 

Selanjutnya I Wayan Semara Cipta juga  menjelaskan sistem konversi suara meggunakan metode Sainte Lague Murni yang mana prinsipnya adalah “setiap perolehan suara di masing-masing partai di masing-masing Dapil dibagi dengan bilangan ganjil (1,3,5,7, dst).

 

Metode ini tidak lagi mengenal sisa suara, tidak lagi menggunakan BPP. Dalam system ini, setelah perolehan suara dibagi bilangan pembagi (1,3,5,7 dst) hasilnya kemudian diurutkan, urutan teratas sampai dengan urutan sejumlah kursi yang tersedia adalah yang berhak mendapatkan kursi.

 

 


Oleh : kpubadung | 30 November 2017 | Dibaca : 104 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Hubungi Kami
kpubadung@gmail.com -
Jajak Pendapat
Bagaimana Pendapat Anda tentang Website Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung?