Telat Setorkan LPPDK, Pasangan Calon Terancam Dibatalkan Sebagai Peserta Pemilihan

  • 06 Desember 2020
  • 18:00 WITA
berita_201612091206_TelatSetorkanLPPDK,PasanganCalonTerancamDibatalkanSebagaiPesertaPemilihan.jpeg

MANGUPURA. Terkait dengan tahapan dana kampanye dalam pemilihan serentak, apabila Pasangan Calon telat menyetorkan LPPDK maka dapat digugurkan. Hal itu ditegaskan Anggota KPU Kabupaten Badung Divisi Hukum dan Pengawasan Nur Sodiq saat menerima LPPDK Paslon pada Minggu, (6/12/2020).

“Hal ini tidak bisa dianggap sepele, karena konsekuensinya dapat membatalkan Paslon sebagai peserta pemilihan serentak,” ungkapnya.

Sebelum ditetapkan melalui rapat pleno, Tim KPU Badung melakukan pencermatan terhadap beberapa dokumen yang ada dalam Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Adapun dokumen yang diperiksa meliputi model LPPDK 1 - Paslon s.d LPPDK 5 – Paslon. 

Untuk diketahui, KPU Badung menerima LPPDK melalui Sidakam Online pukul 06.37 Wita. Selanjutnya BA LPPDK diserahkan kepada Paslon, Bawaslu Kabupaten Badung dan Kantor Akuntan Publik.

Lebih jauh Nur Sodiq mengatakan, proses audit sendiri akan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk oleh KPU Badung.

“Audit oleh KAP akan berlangsung selama 14 hari, terhitung dari 7 s.d 21 Desember 2020,” bebernya.

Pihaknya berharap, KAP yang ditunjuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik terhadap kepatuhan Paslon dalam penggunaan dana kampanye. Selanjutnya pengumuman hasil audit akan diumumkan KPU Badung pada tanggal 23-25 Desember 2020.

Foto terkait :

Komentar

Dokumen Terkait