Terapkan 3M Sejak Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara Pemilihan Serentak

  • 24 November 2020
  • 10:00 WITA
berita_202611041112_Terapkan3MSejakPenyortirandanPelipatanSuratSuaraPemilihanSerentak.jpeg

MANGUPURA. Pelipatan dan penyortiran surat suara mulai dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung pada Selasa, (24/11/2020). Bahkan untuk pelipatan surat suara, KPU setempat melibatkan sebanyak 72 orang petugas. Proses pelipatan surat suara diawali dengan pembukaan kotak box surat suara oleh Ketua KPU Kabupaten Badung yang disaksikan Dandim 1611, Polres, Polresta, Bawaslu dan LO Paslon.

“Selama penyortiran dan pelipatan surat suara, kami mengutamakan protokol kesehatan Covid-19, seperti mencuci tangan, cek suhu tubuh, penggunaan masker dan jaga jarak,” ucap Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta saat memberikan pengarahan bertempat di Gudang KPU Kabupaten Badung.

Menurutnya sebelum melakukan pelipatan petugas wajib menyortir terlebih dulu, apakah ada kerusakan atau tidak. Kerusakan yang dimaksud seperti buram, salah cetak atau ada tinta yang menetes di kertas. Untuk pelipatan dan penyortiran surat suara, Semara Cipta mengaku para petugas dibayar Rp 100 per lembar. 

Lebih jauh pria yang akrab disapa Kayun itu memperkirakan, semua petugas pelipatan suara bisa mengerjakan 2.000 lembar atau sebanyak satu box. Sehingga ia menargetkan pelaksanaan pelipatan surat suara selesai selama tiga hari.

Dalam proses ini, pihaknya lebih mengutamakan kualitas dengan harapan semakin cepat dikerjakan pelipatannya, semakin cepat pula pembuatan kembali untuk yang rusak. “Sehingga jika ada laporan kekurangan bisa langsung dicetak kembali sesuai jumlah kekurangan yang ada,” ungkapnya.

Di sisi lain, proses pelipatan suara suara dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung 9 Desember 2020 membawa berkah terhadap Putu Novia Nirmala Sari (25). Ia bersyukur, sebab setelah 9 bulan dirumahkan karena pandemi Covid-19 sekarang kembali mendapatkan kegiatan.

"Iya karena dirumahkan, jadi iseng saja ikut melipat surat suara. Dari pada diam di rumah saja," katanya. 

Pelipatan surat suara kali ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya. Saat Pilkada terdahulu, pelipatan surat suara dilakukan oleh kelompok yang berjumlah kurang dari 10 orang. Sedangkan saat ini pelipatan surat suara dikerjakan secara perseorangan dengan hitungan perlembar.

"Sekali melipat dihitung Rp 100 perlembarnya. Jadi sebelum ngelipat, surat suara di sortir dulu. Apa ada salah cetak, yang ada isi tinta berceceran atau yang buram itu tidak dilipat," jelasnya.

Novia menambahkan, dalam serahari dirinya menargetkan bisa menyelesaikan 2.000 surat suara. Ia mengungkapkan bekerja dari pukul 08.00 hingga 17.00 Wita.

"Jadi tadi sebelum melipat, diberikan pengarahan dulu. Bagaimana proses ngelipat dan proses penyortirannya," ujar perempuan asal Banjar Ujung Sari, Sading, Mengwi Badung itu.

Sebelum bekerja melipat surat suara, Novia mengaku dirinya menjual jajan yang dengan cara dititipkan di warung di dekat rumahnya.

"Pertama kali saya mengetahui lowongan pelipatan surat suara dari Kepala lingkungan. Sehingga saya mendaftar untuk bekerja," tutupnya.

Foto terkait :

Komentar

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait