KPU Badung Bimtek Sirekap Jelang Hari Pencoblosan

  • 15 November 2020
  • 13:15 WITA
berita_201511101101_KPUBadungBimtekSIREKAPJelangHariPencoblosan.jpeg

MANGUPURA. Sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilihan serentak, KPU Kabupaten Badung melaksanakan Bimbingan Teknis kepada PPK dan PPS. Bimtek kepada Badan Adhoc ini dijadwalkan berlangsung 4 hari, pada 15, 16, 17 dan 19 November 2020, bertempat di The Patra Bali Resort And Villas.

Bimtek gelombang I, dengan peserta Badan Adhoc se-Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan, Minggu (15/11/2020) dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta. Dalam sambutannya ia menyampaikan bimtek dilaksanakan sebagai bentuk pengenalan Aplikasi Sirekap sebagai alat bantu mempercepat proses rekapitulasi penghitungan suara di TPS. 

“Bimtek ini sebagai persiapan awal bagaimana menyiasati jika ada kendala nantinya di TPS terkait pengaplikasian Sirekap,” tutur Semara Cipta.

Walaupun hanya sebagai alat bantu, Semara Cipta menyampaikan pada prinsipnya Sirekap merupakan transparansi dan profesionalisme penyelenggara pemilihan saat ini. Ia juga mengatakan aplikasi ini sesungguhnya bagian dari ikhtiar KPU untuk meminimalisir kecurangan. 

Pria yang akrab disapa Kayun itu menerangkan akan menyiapkan SOP materi sosialisasi Sirekap, sehingga memiliki gambaran untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat.

“Terkait dengan penulisan C.Hasik-KWK harus konsisten sesuai dengan aturan yang memudahkan aplikasi membaca hasil. Sangat sederhana, tapi ini yang paling penting,” bebernya.

“Jika ada kendala teknis seperti koneksi jaringan dan fasilitas penunjang lainnya yang kurang memadai, maka pihaknya akan mencarikan solusi secepatnya,” sambungnya. 

Dikesempatan yang sama, Anggota KPU Kabupaten Badung Divisi Teknis Penyelenggaraan Ni Luh Nesia Padma Gandi mengatakan bimtek ini sangat penting untuk pemahaman bersama karena akan menjadi acuan dalam penetapan Paslon. 

“Kami akan menurunkan petunjuk teknis terkait pemungutan dan penghitungan suara pemilihan serentak,” papar Nesia Gandi.

Menurutnya, pengaplikasian Sirekap perlu memperhatikan beberapa hal. Seperti saat mendokumentasikan C.Hasil KWK menggunakan capture (tangkapan layar) yang lebih praktis dan cepat didapatkan hasilnya. 

“Diharapkan setelah mengikuti bimtek, PPK dan PPS mempunyai pemahaman yang sama dan mampu menyampaikan informasi ini kepada KPPS,” tutupnya.

Foto terkait :

Komentar

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait