Sirekap Permudah Proses Penghitungan dan Pemungutan Suara Dalam Pemilihan Serentak Tahun 2020

  • 14 November 2020
  • 13:05 WITA
berita_201411111145_SIREKAPPermudahProsesPenghitungandanPemungutanSuaraDalamPemilihanSerentakTahun2020.jpeg

MANGUPURA. Pelaksanaan pemilihan di masa pandemi membawa sejarah baru terhadap proses pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS, salah satunya penggunaan Aplikasi Sirekap. Untuk memaksimalkan hal ini, KPU Kabupaten Badung menggelar Bimbingan Teknis pada Sabtu, (14/11/2020) bertempat di The Patra Bali Resort And Villas.

“Apapun alasannya aplikasi Sirekap harus tetap berjalan di tingkat KPPS, untuk menunjang hal tersebut tentu diperlukan SDM yang memadai,” terang Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta dalam sambutannya.

Lebih jauh Semara Cipta menyampaikan, bahwa Sirekap merupakan inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi dari KPU untuk penyelenggaraan pemilihan yang cepat, efektif, efisien dan ramah lingkungan. Ia juga menambahkan, aplikasi ini mengubah tata cara pemilihan khususnya rekapitulasi dari manual ke digital.

“Penerapan aplikasi Sirekap hanya sebagai alat bantu dan sarana publikasi hasil pemilihan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan aplikasi ini, seperti tata cara penulisan pada formulir C.Hasil-KWK. Dimana KPPS dalam penulisannya harus konsisten dan jelas sesuai dengan ketentuan yang ada. 

“Kemudian saat pengambilan foto, formulir harus ditempelkan di bidang yang tegak, tidak bergelombang dan mendapatkan pencahayaan yang cukup. Ini berkaitan dengan hasil dokumentasi, agar terbaca dengan baik oleh sistem,” beber komisioner asal Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal ini.

Kayun berharap melalui Sirekap ini, kerja penyelenggara bisa lebih efisien dan menghindari kontak yang berlebihan dengan banyak orang, mengingat saat ini masih berlangsung pandemi Covid-19.

Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Badung Divisi Teknis Penyelenggaraan Ni Luh Nesia Padma Gandi mengatakan ada beberapa hal yang baru ketika pelaksanaan pemilihan dilakukan di masa pandemi.

“KPU telah menyiapkan skema dengan mengeluarkan 15 hal baru ketika pemilih datang ke TPS. Ini sebagai upaya kami dalam meyakinkan masyarakat untuk tidak ragu menggunakan hak pilihnya, karena kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama,” jelasnya.

15 hal baru ini meliputi penggunaan masker, KPPS sehat, 500 pemilih, pengaturan kedatangan, cek suhu tubuh, sarung tangan dan dilarang berdekatan. Selanjutnya ada desinfeksi TPS, pelindung wajah, tidak bersalaman, alat tulis sendiri, tinta tetes, mencuci tangan, tissue kering serta bilik khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3.

Nesia juga menerangkan dalam menentukan tempat TPS, pihaknya memperhatikan kenyamanan pemilih. Seperti tempat yang terbuka, sehingga memudahkan penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Bimtek ini akan dilakukan kembali pada tanggal 15,16,17 dan 19 November 2020 mendatang, dengan menghadirkan seluruh jajaran Badan Adhoc ditingkat kecamatan hingga desa se-Kabupaten Badung.

Foto terkait :

Komentar

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait