KPU Badung Pastikan Salinan DPT di 62 Desa Telah Terpasang

  • 28 Oktober 2020
  • 11:20 WITA
berita_203010081053_KPUBadungPastikanSalinanDPTdi62DesaTelahTerpasang.jpeg

MANGUPURA. Dalam rangka pemutakhiran data pemilih, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung telah mendistribusikan salinan Daftar Pemilih Tetap (DPT) kepada PPS pada 26 Oktober 2020. Harapannya agar bisa segera ditempelkan di papan pengumuman masing-masing kantor kepala desa, banjar dan tempat yang sudah direncanakan untuk menjadi TPS. Pemasangan salinan DPT mulai dilakukan pada 28 Oktober sampai 6 Desember 2020.

“Untuk DPT karena hari ini sudah terpasang, masyarakat tidak lagi bisa merubahnya. Tetapi apabila ada masukan/saran untuk yang terdaftar di DPT harus di TMSkan, kami di KPU Badung akan menandai sehingga nanti terhadap C6 akan ditahan oleh PPS,” demikian disampaikan Anggota KPU Kabupaten Badung Divisi Perencanaan Data dan Informasi I GKG Yusa Arsana Putra (Selasa, 28/10/2020).

Berkaitan dengan TPS, Gung Yusa sapaan akrabnya,  menyampaikan terdapat dua hal dalam melakukan penetapan sebuah tempat yang akan dijadikan TPS.  Pertama, harus segera ditemukan titik koordinat sehingga memudahkan nanti untuk melaporkan serta sinyal kekuatan server dalam rangka E-Rekap.

Kedua, masing-masing PPS perlu membuat peta TPS di tiap desa. Selanjutnya kemudahan untuk datang ke TPS tidak saja karena aksesnya yang mudah terjangkau, tetapi juga petanya bisa ditemukan oleh pemilih yang belum mengetahui lokasi TPSnya.

“Jadi misalnya di satu desa Jimbaran yang begitu banyak TPSnya. Kalau seorang pemilih yang tidak tahu tempat TPS, ketika hadir di desa dan melihat peta TPS maka yang bersangkutan bisa melihat TPS 1 dimana. Lalu akan dicari titik koordinatnya, sehingga dengan mudah dijangkau oleh pemilih,” terangnya.

Lebih jauh Gung Yusa menjelaskan yang belum terdaftar sebagai DPT, harus dari sekarang menyiapkan KTP-eletroniknya. Apabila sudah pemilih tersebut dapat hadir ke TPS setelah jam 12.00 Wita dan menggunakan hak pilihnya di TPS mana terdata sebagai penduduk.

“Jadi ini mesti dipahami betul bahwa yang bersangkutan bisa memilih, dimana dia terdaftar sebagai penduduk. Tidak boleh juga dia membawa KTP-el tetapi memilihnya di tempat yang lain,” ungkapnya

Menurutnya itu hal-hal penting yang harus menjadi penekanan bersama, karena DPT sudah ditetapkan dan didistribusikan. Pihaknya berharap seluruh masyarakat Badung dapat segera melihat apakah sudah terdaftar dalam DPT atau tidak. Jika belum atau masih ada permasalahan, maka bisa menyampaikan pertanyaan/saran agar bisa menggunakan hak pilih pada 9 Desember 2020 mendatang.

Setelah ditempelkan, hari ini juga pihaknya menemani KPU Provinsi melaksanakan monitoring di Badung dan diambil beberapa sampel. Untuk Badung sendiri akan dilakukan monitoring tanggal 30 Oktober 2020, dengan menurunkan seluruh tim data ke semua desa.

“Jangan sampai ada desa yang tidak menempelkan DPTnya. Ini penting, karena ditahapan sudah dijelaskan dengan tegas bahwa tanggal 28 Oktober 2020 dilakukan pemasangan DPT di tiap desa. Sehingga untuk memastikan hal tersebut, maka kami melakukan monitoring langsung ke tiap desa,” tandasnya.

Foto terkait :

Komentar

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait