KPU Badung Dorong Paslon Optimalkan Media Daring atau Sosial dalam Kampanye di Masa Pandemi

  • 02 Oktober 2020
  • 19:00 WITA
berita_200310121045_KPUBadungDorongPaslonOptimalkanMediaDaringatauSosialdalamKampanyediMasaPandemi.jpeg

MANGUPURA. Telah dibukanya masa kampanye pemilihan serentak di tengah pandemi Covid-19 memunculkan banyak tantangan baru, tak terkecuali pada proses sosialisasi. Salah satu terobosan dengan pemanfaatan media daring atau sosial guna menyampaikan informasi terkait pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung 9 Desember 2020.

Hal itu ditekankan saat KPU Kabupaten Badung menggelar sosialisasi yang menggaet TVRI Bali dalam Wacana Publik dengan topik Kampanye Di Masa Pandemi, Jumat (2/10/2020). Hadir sebagai narasumber Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta didampingi Anggota KPU Kabupaten Badung I Wayan Artana Dana, dipandu oleh host Frischa Aswarini.

Semara Cipta menjelaskan, dengan telah keluarnya PKPU 13 2020 ada pembatasan-pembatasan yang dilakukan termasuk pada saat kampanye tatap muka dengan jumlah 50 orang.

“Termasuk nanti di dalam debat publik. Untuk satu paslon, berupa pendalaman visi dan misi serta program. Yang boleh hadir hanya paslon dan empat orang tim kampanye,” terang pria yang akrab dipanggil Kayun itu.

Ditambahkan, jika saat kampanye nanti jumlah orang melebihi yang telah ditetapkan, maka ada kewenangan pihak kepolisian melalui Maklumat Kapolri No 3 2020 sehingga bisa dibubarkan.

Lebih jauh pihaknya mengatakan, mekanisme kegiatan kampanye harus disampaikan dengan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian H-3. Selain melaporkan kepada pihak keamanan, juga melaporkan kegiatan kampanye kepada Satuan Gugus Tugas Covid-19 dimasing-masing daerah.

“Sehingga ada proses antisipasi atau cegah dini bahwa setiap kegiatan tetap dilakukan proses pendampingan dengan mematuhi prokes,” ungkap orang nomor satu di KPU Kabupaten Badung itu.

Sementara itu, Artana Dana menyampaikan hal yang tidak boleh dilakukan saat kampanye di masa pandemi adalah areal kampanye terbuka. Seperti, adanya arak-arakan, bazzar, konser dan ulang tahun partai politik.

“Saat ini kami persilahkan rekan-rekan tim kampanye mengambil sistem daring, kemudian blusukan namun dengan jumlah orang yang terbatas,” jelasnya.

Pihaknya juga sudah memfasilitasi pamflet dan brosur dengan jumlah 125.350 lembar untuk sesuai jumlah KK yang ada di Kabupaten Badung. “Itu artinya setiap rumah tangga / KK pasti akan dapat, sehingga program visi dan misi dari calon tersampaikan ke pada masyarakat,” imbuhnya.

Pada sisi lain, Ni Wayan Widhiastini selaku pengamat politik menuturkan masa kampanye merupakan tahapan yang banyak mendapat sorotan pada setiap tahapan pemilihan. Terlebih di era pandemi ini, tentu ada kekhawatiran berbagai pihak.

“Untuk KPU saya melihat dari sudut regulasi sudah sangat siap, kemudian sekarang perlu penyempurnaan terhadap aspek-aspek teknis,” bebernya.

Selanjutnya bagaimana memberikan pemahaman walaupun berkompetisi di era pandemi, semua pihak harus menyesuaikan. Ini menjadi PR yang besar bagi KPU untuk memberikan penjelasan kepada paslon, tim kampanye dan simpatisan.

“KPU sudah menyediakan metode kampanye melalui daring yang bertautan dengan media internet, ini yang perlu dioptimalisasi lebih banyak,” sambung mantan Anggota KPU Bali periode 2013-2018 itu.  

Dalam kesempatan itu, ia juga menambahkan sesungguhnya tokoh-tokoh politik atau paslon Pilkada 2020 bisa menggunakan tim kreatif, dimana tim ini memilih gambar-gambar dan tema yang menarik. “Sehingga fungsi pemilihan yakni memberikan pendidikan politik kepada masyarakat tersampaikan,” tutupnya.

Foto terkait :

Komentar

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait