KPU Badung Tetapkan DPS, Jumlah TPS Menjadi 997

  • 09 September 2020
  • 13:05 WITA
berita_200909090952_KPUBadungTetapkanDPS,JumlahTPSMenjadi997.jpeg

MANGUPURA. KPU Kabupaten Badung melakukan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung Tahun 2020 dengan jumlah TPS sebanyak 997 (Rabu, 9/09/2020). Penetapan dilakukan melalui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPHP dan Penetapan DPS untuk menghadirkan data pemilih yang transparan, akuntabel dan berkualitas.

Kegiatan ini merupakan proses pemutakhiran atas hasil kerja PPDP dalam proses coklit pada 15 Juli hingga 13 Agustus 2020 lalu. “Kita patut berbangga belum ada laporan penyebaran Covid-19 terkait cluster pada saat pencocokan dan penelitian yang dilakukan selama satu bulan,” buka Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta. Ditambahkan, hari inilah pihaknya memplenokan hasil kerja jajaran PPDP sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Kayun itu menyampaikan petugas-petugas PPDP telah secara aktif, taat dan patuh kepada protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, face shield dan sarung tangan saat melakukan tugasnya.

Mengenai data pemilih, pihaknya mencatat ada data TMS mencapai 72.805 dikategorikan murni dengan kategori 10 maupun yang pindah TPS, kemudian pemilih baru mencapai 33.405. “Karena dengan menghadirkan proses penetapan melalui pleno ini kita menginginkan adanya masukan, tanggapan dari masyarakat terutama di wilayah Tuban yang dihapus diatas 10.000 data pemilihnya,” jelas Semara Cipta.

"Inilah pentingnya kami menghadirkan partai politik, bilamana setelah diumumkan DPS yang akan ditempel di desa-desa. Mohon dicermati bilamana masih ada pemilih yang belum terdaftar,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Badung Divisi Perencanaan, Data dan Informasi I GKG Yusa Arsana Putra menjelaskan bahwa jumlah TPS di Kabupaten Badung berkurang, yang awalnya berjumlah 1069 menjadi 997 tempat pemungutan suara. 

“Dari data yang dihimpun dan diolah, jumlah DPHP yang sudah ditetapkan menjadi DPS se-Kabupaten Badung adalah 363.559 pemilih. Ini hasil coklit dari sebelumnya yang terdapat di A-KWK adalah 402.995,” bebernya.

Dalam proses coklit, terdapat pemilih yang masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang  terdiri dari sembilan kriteria. “Kategori pemilih TMS sendiri mengacu pada PKPU 19 Tahun 2019. Antara lain meninggal, ganda, dibawah umur, pindah domisili, tidak dikenal, TNI, Polri, dicabut hak pilihnya dan bukan penduduk,” ungkapnya.

Berkaitan dengan layanan terhadap pemutakhiran data pemilih, akan segera dibentuk posko pendaftaran pemilih. “Kami akan membuat bazzar pemilih/posko pendaftaran pemilih di tiap desa/kelurahan. PPS kami akan menjaga DPS ini dengan tetap menerima masukan, saran dari masyarakat dengan catatan masukan tersebut harus disertai dengan data otentik yang lengkap dan valid,” jelas Gung Yusa.

Pada kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Badung dan jajaran partai politik yang hadir menyampaikan masukan dan tanggapan terkait hasil pemutakhiran data ini. Di antaranya dari Ketua Bawaslu Kabupaten Badung I Ketut Alit Astasoma yang menekankan agar terdapat data kependudukan riil sebagai upaya menjaga potensi hak pilih bagi pemilih.

Dalam kegiatan yang berlangsung tatap muka ini, KPU Kabupaten Badung tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seperti mewajibkan penggunaan masker, jaga jarak antar peserta, serta penyediaan alat pelindung diri. Bahkan, kegiatan diawali dengan menggemakan “Ayo Pakai Masker” yang diinisiasi oleh Kapolres Badung dan Pabung Kodim 1611 Badung.

Foto terkait : 

Komentar

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait