KPU Badung Gelar Rakor Sebelum Umumkan Hasil Seleksi Wawancara PPS

  • 15 Maret 2020
  • 14:00 WITA
berita_201503060307_KPUBadungGelarRakorSebelumUmumkanHasilSeleksiWawancaraPPS.jpeg

MANGUPURA. Menjelang pengumuman hasil seleksi wawancara calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), KPU Kabupaten Badung melakukan rapat koordinasi bertempat di Ruang Nayakottama, Minggu (15/03/2020).

Pada kesempatan tersebut, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Gede Agung Lidartawan melakukan monitoring. Agung Lidartawan mengingatkan berkenaan dengan calon anggota PPS yang terindikasi Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL).

“Sepanjang sudah dilakukan klarifikasi dan tidak terbukti, maka proses dapat dilanjutkan,” tegasnya dihadapan peserta rapat.

Terkait hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta menyampaikan proses yang telah dilakukan. “Terkait proses klarifikasi sudah dilakukan oleh PPK saat seleksi Wawancara Calon Anggota PPS,” ujarnya.

Namun seperti yang diketahui bersama bahwa mekanisme SIPOL merupakan ranahnya KPU Kabupaten/Kota, dimana mulai pada saat pendaftaran hingga verifikasi faktual SIPOL dilakukan oleh Tim KPU Badung, maka dari itu pihaknya memandang perlu untuk klarifikasi lanjutan oleh Komisioner KPU Badung.

Hal ini juga untuk memastikan proses klarifikasi merupakan proses pertanggungjawaban moral ketika nantinya memutuskan, apakah yang bersangkutan layak dan tidak untuk diluluskan. Apalagi kewenangan meluluskan atau tidak Calon Anggota PPS ranahnya berada di Komisioner KPU Kabupaten/Kota.

Terhadap klarifikasi yang akan dilakukan oleh Komisioner juga didasari atas sudah keluarnya surat Klarifikasi dari Parpol, dimana Nama Calon Anggota PPS tercantum di Partai bersangkutan pada SIPOL. Sehingga dengan melakukan klarifikasi lanjutan di tingkat Komisioner, memiliki pembanding dengan data dukung dari Surat Hasil Klarifikasi yang juga dikeluarkan oleh pihak Parpol.

“Semata-mata apa yang kami lakukan demi menjaga integritas lembaga KPU Kabupaten Badung,” papar Semara Cipta.

Di sisi lain, Lidartawan mengimbau kepada rekan-rekan KPU khususnya di Kabupaten Badung agar alat peraga kampanye seperti baliho dan spanduk yang berbahan plastik dibatasi penggunaannya, mengingat Provinsi Bali telah darurat timbunan sampah plastik.

Mantan Ketua KPU Bangli 2013-2018 ini pun tidak lupa memberi arahan agar rekan-rekan penyelenggara pemilu senantiasa menjaga kesehatannya, terlebih akhir-akhir ini Indonesia diguncang dengan penyebaran virus Corona (Covid-19) yang telah memakan korban jiwa.

Foto Terkait :

Komentar

Dokumen Terkait