KPU Badung Kunjungi KPU Kudus Telaah Partisipasi Tinggi Dalam Pilkada

  • 20 November 2019
  • 21:05 WITA
berita_192111101149_KPUBadungKunjungiKPUKudusTelaahPartisipasiTinggiDalamPilkada.jpeg

Setelah kunjungan di Kabupaten Pati, KPU Kabupaten Badung bertolak ke KPU Kabupaten Kudus. Kegiatan ini dalam rangkaian studi komparasi menjelang pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati  Badung  Tahun 2020, Rabu (21/11/2019).

Terdapat beberapa kesamaan kondisi yang terjadi di Kudus dengan Kabupaten Badung pada pelaksanaan tahapan pemilihan, khususnya dalam pemutakhiran data pemilih.

Kunjungan studi tiru KPU Kabupaten Badung ini  mendapat pendampingan dari anggota KPU Provinsi Bali Divisi Hukum dan Pengawasan Anak Agung Gede Raka Nakula, oleh Anggota KPU Badung Divisi Perencanaan, Data dan Informasi IGKG Yusa Arsana Putra, bersama Divisi Teknis Penyelenggara Ni Luh Nesia Padma Gandi menyampaikan tujuannya untuk mendapatkan perspektif lain yang dapat dijadikan masukan dan referensi dalam menghadapi Pilkada Badung Tahun 2020 ini.

Ketua KPU Kabupaten Kudus, Naily Syarifah, S.Psi., didampingi Dhani Kurniawan, M.Si. Anggota Divisi Teknis Penyelenggara, Sekretaris dan Pejabat Struktural, saat menerima rombongan KPU Kabupaten Badung memaparkan proses dan mekanisme pelaksanaan tahapan Pilkada Kudus Tahun 2018.

Kabupaten Kudus yang merupakan kota industri, pekerjaan penduduknya kebanyakan pegawai rupanya mendorong keinginan dari penduduknya untuk maju sebagai calon dari jalur perseorangan. Dari 5 (lima) Paslon yang ditetapkan terdapat 2 (dua) Paslon dari Calon Perseorangan.

Dengan tagline KPU Melayani, KPU Kudus beserta jajaran selalu berusaha membangun komunikasi secara intens dengan stakeholder terkait dalam penyampaian informasi pelaksanaan Pilkada sehingga memperoleh pemahaman yang sama, serta menyamakan persepsi dengan Bawaslu atas pemahaman regulasi terkait sebagai salah satu kunci kesuksesan dan kondusifitas pelaksanaan Pilkada.

Tantangan dari pencalonan perseorangan saat ini adalah perbedaan formulir pernyataan dukungan dimana 1 (satu) orang 1 (satu) formulir dan jika belum memenuhi syarat administrasi maka calon harus memenuhi sebanyak 2 kali jumlah kekurangan. Yang harus diantisipasi lagi adalah anggaran untuk tahapan verifikasi faktual karena verifikasi dilakukan terhadap seluruh dukungan.

Bahasan lain yang menjadikan kesamaan kedua kabupaten ada pada pemutakhiran data pemilih. Sampai saat ini masih ada sedikit kendala dalam pemutakhiran data pemilih yang sudah dicoret dan proses pindah memilih.

Berkenaan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada di Kabupaten Kudus mencapai angka 84,53%, yang dinyatakan Ketua KPU Kabupaten Kudus memang masyarakat di Kabupaten Kudus memiliki kesadaran dan keinginan yang tinggi terlibat dalam kegiatan kepemiluan.

Diskusi yang dilaksanakan di aula KPU Kabupaten Kudus yang sekaligus difungsikan sebagai Rumah Pintar Pemilu (RPP) diharapkan dapat memberikan tambahan informasi dalam persiapan menghadapi Pilkada Badung 2020.

 

FOTO KEGIATAN

Komentar