Antisipasi Pilkada Calon Tunggal, KPU Badung Studi Tiru ke Pati

  • 20 November 2019
  • 18:15 WITA
berita_192111101137_AntisipasiPilkadaCalonTunggal,KPUBadungStudiTirukePati.jpeg

KPU Kabupaten Badung melakukan kunjungan studi tiru pelaksanaan Pilkada dengan Calon Tunggal ke KPU Kabupaten Pati, yang dilaksanakan pada 19 - 21 Nopember 2019.

Kabupaten Pati dipilih karena kondisi yang terjadi di Pati dengan calon tunggal karena dianggap berpotensi terterjadi di Kabupaten Badung pada Pilkada Badung tahun 2020.

Anggota KPU Badung Divisi Perencanaan, Data dan Informasi IGKG Yusa Arsana Putra, bersama Divisi Teknis Penyelenggara Ni Luh Nesia Padma Gandi menyampaikan tujuan kunjungan yang mendapat pendampingan dari anggota KPU Provinsi Bali Divisi Hukum dan Pengawasan Anak Agung Gede Raka Nakula, terkait pencalonan, sosialisasi dan pemetaan konflik terhadap pelaksanaan Pilkada dengan calon tunggal tersebut..

Sebelumnya, KPU Badung yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Badung telah juga melaksanakan studi tiru ke  Kota Makasar. Di Makasar sendiri penetapan calon tunggal dilakukan melalui proses mendiskualifikasi bakal calon lainnya, sedangkan di Kabupaten Pati memang dari awal yang mendaftar adalah 1  (satu) pasangan calon saja.

"Berkenaan dengan tujuan KPU Badung hari ini akan dilakukan sharing sebagaimana proses yang kami laksanakan pada Pilkada 2017. Semoga bisa menjadi pedoman pembanding dalam pelaksanaan Pilkada Badung tahun 2020," sambut Ketua KPU Kabupaten Pati, Imbang Setiawan, ST., saat menerima rombongan dari KPU Kabupaten Badung.

Selanjutnya, anggota KPU Kabupaten Pati Divisi Teknis Penyelenggara Supriyanto, SH., MH, memaparkan proses dan mekanisme pelaksanaan tahapan Pilkada Pati Tahun 2017. Berbagai tahapan dan kendala yang dialami serta solusinya dijelaskan secara lengkap. Kuncinya pada tahapan pencalonan, yang sempat dilakukan penundaan karena sampai pada berakhirnya masa pendaftaran calon baru 1 ( satu) Pasangan calon yang mendaftar.

Permasalahan justru muncul saat kampanye, karena ada kejadian di Pati kelompok masyarakat yang mendeklarasikan dukungan kepada kolom kosong. Pendukung kotak sempat meminta hak difasilitasi sama seperti kegiatan kampanye pasangan calon dan meminta pengakuan sebagai peserta pemilihan. Namun karena tidak ada regulasi yang memberikan ruang untuk itu maka dilakukan pendekatan untuk penjelasan berkenaan dengan hal tersebut.

Yang perlu diperhatikan adalah kegiatan Kampanye dalam bentuk Debat Publik. Debat tidak dapat dilakukan seperti debat kandidat dengan 2 (dua) paslon. Debat dilakukan dengan metode menggali visi dan misi pasangan calon.

Dalam diskusi, ditegaskan untuk pelaksanaan Pemilihan dengan 1 (satu) paslon kuncinya ada pada tahapan sosialisasi. Yang penting harus disampaikan adalah dampak atas hasil pemilihan, bagaimana jika paslon atau kolom kosong yang menang. Prinsipnya adalah kehati-hatian, jangan sampai kreasi sosialisasi yang kita lakukan dianggap mengarahkan pilihan pemilih.

Sosialisasi terkait kegiatan pemantau pemilu tak kalah pentingnya diingatkan kepada KPU Badung sebagai bagian dari proses tahapan pilkada.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari masing-masing kabupaten, dengan harapan materi yang disampaikan dapat dijadikan pembanding pelaksanaan pemilihan di Kabupaten Badung.

 

FOTO TERKAIT

Komentar