KPU Badung Gelar FGD Evaluasi Fasilitasi Pelaksanaan Kampanye Pemilu 2019

  • 01 Agustus 2019
  • 15:13 WITA
KPU-Badung-Gelar-FGD-Evaluasi-Fasilitasi-Pelaksanaan-Kampanye-Pemilu-2019_881409.jpg
 
 
 
Pelaksanaan Kampanye Pemilu Tahun 2019 telah usai namun demikian masih dipandang perlu untuk melakukan kajian dan evaluasi dari segenap pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya di Kabupaten Badung.
 
Dalam rangka evaluasi tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabuaten Badung menggelar focus group discussion (FGD) mengundang stakeholder terkait seperti Bawaslu Kabupaten Badung, Badang Kesbangpol, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kejaksaan di Kabupaten Badung, unsur kepolisian Polresta Denpasar dan Polres Badung, Camat se Kabupaten Badung dan pimpinan Partai Politik di Kabupaten Badung, yang digelar di Hotel Nirmala Denpasar, Kamis (01/08/2019).
 
Ketua KPU Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta dalam sambutannya mengatakan, bahwa KPU selaku penyelenggara membutuhkan informasi dan tanggapan dari peserta pemilu serta stakeholder terkait, guna melakukan perbaikan dan peningkatan pelaksanaan kegiatan kampanye pada pemilu-pemilu yang akan datang.
 
“Kami berharap kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pemilu ini memberikan evaluasi bagaimana fasilitasi terhadap penyelenggaraan kampanye berupa penyediaan alat peraga kampanye, apakah sudah sesuai, efektif atau ada masukan dan saran kepada penyelenggara pemilu untuk perbaikan dan peningkatan kedepannya,” kata Semara Cipta saat menbuka acara.
 
Acara selanjutnya dipandu oleh Anggota KPU Kabupaten Badung, Divisi Sosialisasi, SDM dan Parmas, I Wayan Artana Dana, dengan melakukan kilas balik terhadap penyampaian fasilitasi kampanye pada pemilu tahun 2019 di Kabupaten Badung berupa penyediaan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa 10 buah baliho dan 16 spanduk masing-masing untuk tim kampanye calon presiden dan wakil presiden serta tim kampanye partai politik, dan 10 buah spanduk untuk tim kampanye perseorangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
 
Bawaslu Kabupaten Badung, IGN Bagus Cahya Sasmita, hadir sebagai pemateri memberikan rekomendasi untuk lebih meningkatkan koordinasi antar stakeholder terkait, mendorong pengawasan partisipatif dari masyarakat dan mendorong dilakukannya kampanye kekinian dengan pemanfaatan media sosial, sehingga dapat mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif sekaligus menjaga estetika lingkungan Badung sebagai ikon pariwisata.
 
Perwakilan dari Partai Politik mengeluhkan tidak dicantumkannya foto calon anggota legislatif dalam APK yang difasilitasi KPU sehingga dipandang kurang efektif untuk dipasang, juga keengganan untuk memasang karena alasan takut menyalahi pun melanggar zona yang telah ditentukan.
 
Dari unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Kepolisian, mengeluhkan pemasangan APK oleh peserta pemilu tahun 2019 di taman-taman maupun terpasang menghalangi atau menutupi rambu lampu lalulintas.
Dari LSM Bali Shruti, yang konsen bergerak dalam pergerakan perempuan, menyarankan agar kedepan sesuai dengan Peraturan Gubernur di Bali, bahan APK dibuat dengan menghindari penggunaan bahan plastik diganti dengan bahan yang ramah lingkungan dan dapat di daur ulang.
 
Anggota KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra menyampaikan akan menampung dan mencatat segala masukan yang disampaikan dalam acara FGD ini untuk kemudian diteruskan dalam agenda rapat pimpinan yang akan digelar KPU RI.
 
FOTO TERKAIT
 
 
 

Komentar