Webinar DP3 Seri 3 : KPU Bagikan Strategi Teknik Komunikasi Publik Dalam Pemilu dan Pemilihan

  • 01 Oktober 2021
  • 17:05 WITA
berita_210110051029_WebinarDP3Seri3:KPUBagikanStrategiTeknikKomunikasiPublikDalamPemiludanPemilihan.png

Mangupura. - KPU Kabupaten Badung mengikuti Webinar Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan Seri 3 dengan tema “Teknik Komunikasi Publik Dalam Pemilu dan Pemilihan” yang diselenggarakan KPU RI secara daring, Jumat (01/10/2021).

 

Webinar dibuka oleh Ketua KPU RI, Ilham Saputra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa teknik komunikasi public dalam pemilu dan Pemilihan merupakan bekal dalam menyampaikan sosialisasi pelaksanaan tahapan kepada masyarakat, pemilih, peserta pemilu serta agen DP3 dalam meneruskan informasi pemilu dan pemilihan.

 

“Bukan sekedar menyampaikan tetapi memastikan publik memahami apa yang kita sampaikan, agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam kegiatan kepemiluan” jelas Ilham Saputra.

 

Dalam proses demokrasi, komunikasi menjadi penting. Komunikasi tidak dapat dibatasi, oleh karenanya informasi yang disampaikan harus valid sesuai dengan fakta. Kepercayaan masyarakat akan membantu KPU dalam menyelenggarakan pemilu dan pemilihan yang baik dan transparan. KPU juga sudah menyusun strategi bakohumas agar optimal dalam memberikan informasi. Masyarakat saat ini terbiasa dengan hoaks sehingga disinilah komunikasi diperlukan untuk meluruskan, klarifikasi terhadap kebenaran informasi.

 

Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dalam pengantarnya menekankan bagaimana agar substansi pesan atau materi yang disampaikan dapat sampai, diterima dan dipahami secara baik. Harapannya komunikasi yang dibangun kedepan tidak satu arah, tetapi ada feedback untuk penyempurnaan pelaksanaan tahapan.

 

Narasumber pertama, Anggota KPU RI, Arief Budiman dengan materi Strategi Komunikasi Publik dalam Mewujudkan Pemilih Berdaulat, Cerdas dan Mandiri. Bahwa perlu adanya komunikasi publik dalam penyelenggaraan pemilu agar pesan atau informasi kepemiluan yang sifatnya penting diketahui oleh penyelenggara Pemilu, peserta Pemilu dan Pemilih maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan tujuan penyelenggaraan Pemilu dapat tercapai. Kata kuncinya adalah “Senyum” dengan harapan komunikasi publik kita dalam Pemilihan Tahun 2024 menjadi lebih baik.

 

Selanjutnya Akademisi Universitas Padjajaran, Dadang Rahmat Hidayat, dengan materi Metode Komunikasi Publik yang Efektif dan Partisipasif Bagi Masyarakat Pedesaan. Dalam pembentukan DP3 ada beberapa problema kualitas Pemilu yang perlu dipahami, yaitu tidak adanya tokoh penggerak, pemilih tidak berdaulat, pemilih cerdas, politik uang dan partisipasi. Disampaikan juga tentang model komunikasi, bagaimana cara komunikasi yang efektif dan komunikatif dengan stakeholder, untuk mengetahui tujuan dan harapan dalam komunikasi.

 

Manajer Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Noudhy Valdryno, sebagai narasumber terakhir menyampaikan trend pengguna media sosial, bagaimana strategi komunikatif yang efektif dalam menyebarkan informasi Pemilu dan Pemilihan yang akurat.

 

Dalam sesi diskusi dibahas strategi optimalisasi pemanfaatan media sosial sebagai media penyebaran informasi dan sosialisasi pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan.

Foto terkait:

 

Komentar