KPU RI Gelar FGD Sharing Of Experience, Langkah Mitigasi Perbaikan Penggunaan SIREKAP

  • 01 Oktober 2021
  • 13:15 WITA
berita_210110021052_KPURIGelarFGDSharingOfExperience,LangkahMitigasiPerbaikanPenggunaanSIREKAP.jpeg

Mangupura. - KPU Kabupaten Badung mengikuti Focus Group Discusion (FGD) Sharing Of Experience Penggunaan Sirekap pada Pemilihan Tahun 2020, yang diselenggarakan KPU RI secara daring, Jumat (01/10/2021).

Sebagai pengantar kegiatan, Kabiro Teknis Penyelenggaraan, Melgia Carolina Van Harling. FGD dibuka oleh Ketua KPU RI, Ilham Saputra. FGD diadakan sebagai bentuk evaluasi penggunaan Aplikasi SIREKAP pada Pemilihan Serentak Tahun 2020. Ilham Saputra mengajak untuk berbagi pengalaman dalam penggunaan Sirekap, untuk kemudian dihimpun dan dijadikan bahan mitigasi dalam menyusun langkah perbaikan, dan perencanaan yang lebih baik.

FGD menghadirkan tiga narasumber, pada kesempatan pertama Anggota KPU Kabupaten Majene, Munawir Ridwan. Terkait penggunaan Aplikasi Sirekap. sebenarnya tidak terlalu membutuhkan energi yang besar untuk memahami fitur/menu yang ada di Aplikasi. Dalam pelaksanaannya disampaikan tantangan dan fakta yang terjadi dilapangan. Salah satunya 20% TPS yang menggunakan mekanisme offline sehingga dalam melakukan mitigasi atas kendala tersebut.

Selanjutnya Anggota Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Konawe Utara, berbagi kendala penggunaan Aplikasi Sirekap seperti gagal install, mitigasi untuk daerah kepulauan, antisipasi penggunaan sirekap di wilayah yang jaringan internetnya lemah serta pengembangan SDM.

 

Narasumber terakhir, Anggota KPU Kepulauan Mentawai menyampaikan catatan kerja penggunaan Aplikasi Sirekap di daerah tertinggal Mentawai dimana kekuatan infrastruktur dan SDM menjadi perhatian khusus dalam penerapan Aplikasi Sirekap dalam Pemilihan Serentak 2020 yang lalu.

 

Dalam sesi diskusi dibahas bagaimana strategi menghadapi kendala dalam penerapan aplikasi di Kabupaten/Kota terkait infrastruktur, teknis penggunaan aplikasi serta penyiapan SDM yang mampu mengoperasikan aplikasi secara baik.

 

Anggota KPU RI, Evi Novida Ginting Manik menanggapi bahwa untuk pertama kali pada Pemilihan Serentak Tahun 2020 proses penghitungan suara dan rekapitulasi menggunakan Aplikasi SIREKAP. Ada banyak manfaat yang diperoleh, namun banyak juga kendala yang dihadapi. Keberhasilan dalam hal adaptasi pemanfaatan teknologi baru dipengaruhi oleh kepemimpinan, salah satunya kemampuan mengendalikan penyelenggara adhoc.

 

“Itulah kenapa di suatu tempat berhasil dan kenapa didaerah lain terdapat kesulitan. Untuk itulah kita perlu banyak belajar, banyak mendengar, satuan KPU masing-masing mengevaluasi diri sendiri, agar mampu mengatasi persoalan yang terjadi, menemukan solusi-solusi berdasarkan sharing pengalaman di tempat lain” jelas Evi Novida G. Manik menutup sesi diskusi.

 

Dari FGD ini dapat ditarik kesimpulan manfaat penggunaan Aplikasi bahwa hasil perhitungan di TPS dapat diketahui oleh masyarakat secara cepat, transparansi, dan akuntabel. Dampaknya pelaksanaan rekapitulasi di tingkat kecamatan dan kabupaten berjalan lancar tanpa ada riak dari peserta pemilihan maupun Bawaslu. Harapannya, kedepan agar aplikasi ini lebih awal disiapkan, bimtek operator dan penyelenggara dioptimalkan, termasuk memperhitungkan anggaran dengan riil cost penyelenggaraan di wilayah yang sulit dijangkau

Komentar

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait